Skabies Melanda Desa Gunung Perak

3 05 2009

scabies_186Sejak 2 bulan ini kasus infestasi skabies dari desa gunung perak sangatlah banyak kalau bisa dikategorikan kejadian luar biasa karena jumlahnya melampaui 3 kali jumlah di bulan yang sama tahun lalu. Tetapi masalah utamanya adalah susahnya memutus rantai penularan penyakit ini yang harus mengobati 1 kampung sekaligus memberikan penyuluhan supaya kutu itu dapat diminimalisasi oleh masyarakat sendiri. Menurut masyarakat keluhan gatal-gatal dialami sejak 1 tahun ini ditularkan oleh orang yang masuk kewilayah mereka sehingga satu kampung ketularan semua.

Penyakit skabies atau kudisan (istilah kampungnya), salah satu penyakit kulit yang mudah menular yang disebabkan oleh kutu Sarcoptes Scabiei varian hominis dari satu orang ke orang lainnya. Bila sebuah keluarga terjangkit penyakit maka memungkinkan akan terjadi ritual menggaruk bersama terutama di malam hari. Penyakit ini berhubungan dengan sering dijumpai terutama pada mereka dengan higiene yang buruk.

Penyakit Skabies mudah menular dan menjangkiti sekelompok orang melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Karenanya tak heran jika penyakit ini dapat dijumpai di sebuah keluarga, di kelas sekolah, di asrama, di pesantren.

scabies_1801Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei varian hominis (sejenis kutu, tungau). Ditandai dengan keluhan gatal, terutama pada malam hari dan ditularkan melalui kontak langsung atau tidak langsung melalui alas tempat tidur dan pakaian.

Pengobatan skabies yang terutama adalah menjaga kebersihan untuk membasmi skabies (mandi dengan sabun, sering ganti pakaian, cuci pakaian secara terpisah, menjemur alat-alat tidur, handuk tidak boleh dipakai bersama, dll). Pengobatan ditujukan pada pemberantasan kutu Sarcoptes scabiei dan mengurangi keluhan gatal serta penyulit yang timbul karena garukan. Antibiotika dapat digunakan jika ada infeksi sekunder, misalnya bernanah di area yang terkena (sela-sela jari, kelamin, dll) akibat garukan.

Walaupun pengobatan berhasil, rasa gatal tidak serta merta menghilang. Biasanya butuh beberapa hari sebelum rasa gatal menghilang secara total.

Tips untuk Penyakit ini (Cak Moki):

  • Periksakan ke Puskesmas, dokter, dokter spesialis kulit atau Rumah sakit setempat bila menjumpai penyakit ini untuk mendapatkan pengobatan.
  • Cuci semua baju dan alas tidur (sprei atau sejenisnya) dengan air panas.
  • Mandi teratur dengan sabun.
  • Apabila ada yang sakit Skabies (gudik), periksakan semua anggota keluarga yang kontak dengan penderita. Jika ternyata menderita skabies, obati semuanya secara serempak agar tidak terjadi penularan ulang.
  • Bagi para guru atau Ustadz yang mendapati murid atau santrinya sakit skabies (kudisan) hendaknya menganjurkan kepada murid atau santrinya untuk berobat secara serempak di Puskesmas terdekat atau poliklinik Kulit Rumah Sakit setempat.

dr. Muh. Iqbal


Actions

Information

8 responses

3 05 2009
wira

Untungnya bisa di sembuhkan yah dok?

4 05 2009
muh iqbal

bisa sembuh asal diobati serempak spy rantai penularannya bisa di hilangkan!!

8 05 2009
guskar

Apakah penyakit ini tergantung musim (kemarau/hujan) dok? Penyebab sakit ini, misalnya dilakukan fogging seperti halnya DBD bisa nggak ya?

8 05 2009
muh iqbal

penyakit ini bisa berlangsung bertahun-tahun pak tergantung kebersihan individu dan masyarakat yang sadar akan kebersihan untuk memutus rantai penularan dari satu orang ke banyak orang

28 05 2009
sjahrir

daun kiti-kiti balanda ditumbuk sama kapur sangat bisa membantu, keduannya mudah didapatkan,…heheee begitu kata NENEK.

28 05 2009
muh iqbal

hehhe thanks atas sarannya pak !!

25 08 2009
limpo50

Bukankah masyarakat kadang suka pengobatan di alam toch… Pak ?
Mungkin Puskesmas minded telah OK.. sampai yang Nenek punya terlupa.
Eh… masak Pak Dokter belum pernah ke Makassar ?
Oh…ada titipan salam dari Mas Jojok, kemaren beta ke Jogya dan sempat dibawa keliling Jogyakarta…borobudur dsb. Semoga Simpusnya bisa berkibar di Sinjai.

25 08 2009
muh iqbal

heheeh…dipuskesmas ada program khusus membina warisan itu pak seperti pembuatan TOGA, but masyarakat disini sebagian masih lebih percaya masih kekuatan mistis!

Sudah sering pak but belum kerumah bapak hehehhehe!

Enaknya jalan-jalan pak, mau juga rasanya jalan-jalan untuk melepas kebosanan
salam kembali untuk mas Jojok semoga bisa kesinjai memberikan sosialisasi tentang simpusnya yg semakin hari semakin penting keberadaanya !!!

Leave a comment