Kasus Reumatik di Puskesmas .:Sebuah Survey:.

Posted: September 5, 2008 in Puskesmas Manipi
Tags: , , , , ,

Baru-baru saya dapat surat dari FKUI Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo bagian Ilmu Penyakit Dalam Jakarta yang berisikan Kueisioner Survey Kasus Reumatik Di Puskesmas. Peneliti utama dari kegiatan survey ini adalah dr. Yoga I Kasjmir, Sp.PD-KR.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengalaman dan pengetahuan sejawat dokter puskesmas dalam mendiagnosis dan menangani pasien dengan keluhan reumatik (muskuloskeletal non trauma).

Alasan peneliti bahwa terjadi perbedaan diagnosis reumatik di sarana kesehatan primer dan di rumah sakit rujukan. Niat baik dari peneliti bahwa hal ini perlu diperbaiki bersama. Walaupun data yang dipakai tahun 1992 dengan penelitian ini memungkinkan data baru yang lebih valid dan mengetahui kendala apa sebenarnya dokter dalam mendiagnosa reumatik di puskesmas khususnya.

Mudah-mudahah penelitian ini memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk perkembangan dunia kedokteran di Indonesia dan dapat melahirkan kebijakan baru untuk lebih memberikan perhatian terhadap dokter-dokter yang bertugas diperifer untuk mengembangkan ilmu mereka dengan berbagai seminar, kuliah atau pelatihan-pelatihan berkala mengenai kasus reumatik ini.

dr. Muh. Iqbal

Comments
  1. paddi says:

    Thanks dah jalan-jalan ke “rumahku”maaf masih berantakan soalnya baru di bangun bulan lalu,kalau Pak Rasyid belum punya Blog,soalnya dia sibuk di S2-nya jadi bolak-baik Makassar-Manipi-Maros.Moga-moga ada manfaatnya,soalnya reumatik menjadi fenomenal di masyarakat Manipi,mereka beranggapan reumatik penyakit turunan,tidak ada obatnya,dan bukan sesuatu penyakit yang serius. Kalau penyakit turunan saya juga kena dong,soalnya Bapak saya kena penyakit itu,mohon cara pencegahannya Dok…

  2. muh iqbal says:

    ok..thaks udah mampir bro! sebenarnya tulisan ini cuman koment untuk sebuah penelitian di rscm sana!!

  3. paddi says:

    koRBAN jiwa tidak ada,cuma kerugian materill yang ditaksir Rp.100juta,kejadiannya saat malam ramah tamah…

  4. limpo50 says:

    bagaimana ya kualitas penelitian yang begitu ? kalau ada praduga perbedaan … mengapa bukan proses diagnosis itu saja yang dibahas, biar bisa jadi rujukan.
    beda diagnosis juga kalau ilmiah… apa jadi soal ya ? Bukankah diagnosa untuk penyakit ini semestinya dengan dukungan Laboratorium ?. Kalau databasenya dari puskesmas maka ya… ICD-10 tujuannya tidak begitu.

  5. muh iqbal says:

    Pada dasarnya penelitian ini untuk mengetahui kemampuan dokter terutama di pkm untuk diagnosa kasus rheumatik, betul dengan lab diagnosa rheumatik tegak tapi di pkm mana ada begitu? jadi dengan anamesa dan pemeriksaan fisis mudah-mudahan tidak salah dalam menetukan jenis penyakit tersebut. ICD 10 datanya baru valid kalau dokternya benar dalam mendiagnosa lho!!!

  6. limpo50 says:

    toleransi ICD-10 buat puskesmas, untuk yang 3 digit Pak. Hanya pada kondisi dokter yang mendiagnosa hingga 5 digit, itu sepenuhnya tanggung jawab dokternya, begitu yang maksud.
    Maka petugas RM untuk RS, lebih tepatnya pada yang S1 atau S2 bahkan hingga yang S3 tergantung RSnya.

  7. chee11 says:

    menurut dr iqbal, rheumatik yg didiagnosa selama ini sudah tepat…? symtomp apa aja yg dokter iqbal jumpai…
    TKSS

  8. muh iqbal says:

    Hampir semua kasus Rematik diagnosa pastinya adalah pemeriksaan laboratorium jadi di pkm mengandalkan Anamnesa dan Pemeriksaan Fisis walaupun dengan itu kita bisa mendiagnosa rematik secara umum. Simptom yang paling srg adalah peredangan unilateral dari 1 atau lebih sendi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s