New Look New Hope

Posted: September 14, 2008 in Saya
Tags: , , ,

Dengan penampilan baru ini merupakan suatu dedikasi atau harapanlah terhadap sesuatu hal yang baru untuk saya. Berawal dari  persuaan dengan teman-teman angkatan 96 FK-UNHAS selalu saja menanyakan satu hal…”kapan sekolah lagi?”, mula-mula saya berfikir kalau dokter melanjutkan ke spesialis semua siapa yang mau ke Puskesmas lagi, kalau teman bilang …”gampang, kan ada dokter baru!”.

Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan walaupun keberadaanya biasa terlupakan oleh semua orang. Kita butuh dokter yang berdedikasi untuk sebuah puskesmas layaknya rumah sakit. Tujuan adanya puskesmas memang promosi dan preventif, tapi…ingai hal-hal yang darurat selalu ada setiap saat walau promosi preventif itu jalan (kalo jalan sih). Olehnya itu peranan dokter yang notabene numpang lewat di puskesmas tidak akan memberi arti yang signifikan, apalagi sekarang mulai dikembangkan Sistem Informasi Kesehatan yang mana memerlukan data yang tepat dan akurat khususnya untuk penggolongan penyakit.

Lama saya berfikir…………….sampai kapan idelisme saya bertahan ??. Apalagi ada program PPDS DEPKES yang khusus menyekolahkan dokter-dokter yang bertugas didaerah (khususnya PNS) untuk menjadi SPESIALIS dan bersedia ditempatkan kembali di daerah itu. Siapa yang tidak tergiur….disekolahkan….gratis(siapa yang tidak suka gratis)….setidaknya hal ini yang menjadi pemikiran selama 3 bulan terakhir ini.

Akhirnya saya mendaftarkan diri di DINKES SINJAI yang selanjutnya akan dikirim ke DEPKES untuk pendataan Dokter PNS yang berminat melanjutkan ke Spesialisasi. Ternyata banyak teman dokter lain disinjai juga mendaftar.

Mudah-mudahan diterima dan ALLAH SWT melapangkan jalan saya dan mudah-mudahan tiada hambatan berati dalam pengurusan selanjutnya…..AMIN!

dr. Muh. Iqbal

Comments
  1. che11 says:

    Salam Kenal kembali..
    Saya mendoakan semoga pak Dokter lulus. Karena saya juga pernah bercita-cita ingin sekolah spesialis,surat dari DEPKES pun dah turun,berbagai rekomendasi dah di dapat,tapi karena sesuatu dan lain hal,alasan non tehnis,saya gak jadi berangkat…(Alloh tau yang terbaik buat saya…) Jadi kalau memang ntar lulus seleksi DepKes,ada rezeki,ada kesempatan segera diambil deh…bagi saya sekolah spesialis tinggal harapan. Semoga jadi kenyataan bagi pak dokter…

    Masalah Puskesmas…nurut saya beri kesempatan pada adik-adik kita,mungkin mereka bisa belajar memimpin dan memenej staf di Puskesmas sehingga mungkin membawa kemajuan yang baru lagi bagi Puskesmas

    Gutlak

    Who knows what miracle you can achieve
    You will win when You believe
    (Mariah carey & Whitney H)

  2. muh iqbal says:

    tapi dok sekarang adek-adek kurang mendapat kesempatan lagi diganti sama lulusan skm, ada sisi positifnya tapi ada juga sisi negatifnya, koreksi kalau sy keliru dok!…THANKS UDAH MAMPIR, SERING2 AJA DOK KESINI!!!

  3. qismat says:

    Jangan terlalu lama berpikir, nanti malahan bukan 3 bulan tetapi mentok 2 tahun. Yang jelas bagaimanapun peningkatan kemampuan ke tingkat yang lebih tinggi adalah hal yang semestinya diperhatikan, entah itu jadi spesialis, atau pendidikan lainnya, saya kira tidak jadi masalah. Masalah siapa lagi yang mau bertugas di Puskesmas itu lain soal, mungkin saja di masa mendatang di Puskesmas di butuhkan dokter spesialis bilamana kondisi pelayanan sudah meningkat, atau jumlah kunjungan sudah tinggi, tapi untuk sekarang belum. Karena masih sangat dibutuhkan di pusat kota, sebagai center pelayanan masyarakat. Saya kira itu saja ces, selama masih kuat untuk driving ke makassar, secepatnya ambil ancang-ancang.

  4. muh iqbal says:

    he..he thanks brother atas sarannya!

  5. Insyaallah, saya mendukung keputusan Pak Iqbal untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan. Makin tinggi ilmu tentu makin diperlukan dalam pelayanan kesehatan. Walau tidak di Puskesmas tapi di RUmah Sakit yang lebih terkenal tentu saja Pak Dokter masih bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat.
    Tapi, kalau boleh menitip harapan kepada Pak Iqbal, mohon nanti jika sudah jadi Dokter Spesialis jangan “jual mahal”. Contohnya di kabupaten kami “Dokter Spesialis” jarang ada di tempat walaupun sudah diberi tunjangan besar dan fasilitas yang wahh. Mungkin “kesibukan” di luaran lebih memberikan “fulus” lebih banyak. Tapi kasihan orang kecil atau rakyat miskin yang mau berobat murah di rumah sakit pemerintah tapi jarang ada dokternya. Pas sudah ada dokternya, waktu konsultasi disuruh dan disarankan oleh sang dokter agar pindah berobat ke rumah sakit “swasta”. Selidik punya selidik ternyata sang dokter juga praktik di “rumah sakit swasta” tersebut. Katanya sih, fee di sana lebih besar dari pada merawat si sakit yang sama di rumah sakit pemerintah.
    Maaf, Pak Dokter yang baik, mungkin agak kurang enak di dengar tapi itulah suara dan rintihan rakyat kecil yang pernah saya alami sendiri.

    Saya doakan semoga Allah selalu melapangkan jalan bagi Pak Dokter.

    Wassalam,
    Syamsuddin Ideris.

  6. muh iqbal says:

    saya sangat setuju pak, fenomena kejar setoran sgt merugikan masyarakat walapun pemerintah udah kasih fasilitas lebih, kebetulan saya di gunung pak sangat mengutamakan pelayanan yang baik di puskesmas walau cuma bermodah gaji pns tanpa tunjangan apapun tapi itu tidak memupuskan keikhlasan saya untuk melayani masayrakat yang memang membutuhkan. Justru saya jarang meniggalkan tempat dan menjadikan manipi tempat liburan terus karena memang indah sekali!
    terima kasih pak udah mampir!!

  7. Qismat says:

    Betul itu… biasanya sayuran dari gunung itu masih segar, sehingga mengkonsumsi sayuran segar membuat pikiran segar pula, sehingga produk pikiran biasanya masih singkron dengan hati nurani, namun bukan berarti harus kerja bakti terus..??!!!

  8. muh iqbal says:

    kerja bakti…..wah istilah bagus tuh!

  9. Em says:

    Salam kenal Pak Dokter,… Bahagia dan haru saya membaca nama-nama: Manipi, Salassara, dan lain2 diwordpress Anda. Nama-nama itu adalah tempat-tempat yang merekam masa kecil saya.
    Saya berdoa Dokter Iqbal selalu tetap pada idealismenya, sehingga kampung saya, Manipi, tetap punya seorang dokter.
    Kapan-kapan ketemu di Manipi….

  10. muh iqbal says:

    senang sekali anda berkunjung diblog saya kalau boleh lebih kenal anda?

  11. mha5an says:

    Salam kenal dok.. Tiap dokter sepantasnya punya idialisme yg baik. Telah bnyk kolega qt yg tercemar.
    Mudah2an semangat dr.untk mmajukn pelayanan kesehatan, d contoh ts yg lain.
    Semoga cita-citanya tercapai..

  12. muh iqbal says:

    salam kenal juga! kok tidak ada linknya boz!

  13. Salam kenal dok. Saya baru tau kalo ada dokter di Manipi dan ada blog-nya. Bagus-bagus tulisannya juga apalagi tentang Manipi. Saya Takdir, kerja di Bakominfo Sinjai.

  14. muh iqbal says:

    thanks udah mampir pak! kayaknya kita harus buat komunitas blog untuk sinjai….gimana???

  15. Akbar van barania says:

    Lanjtkan pengabdiannya dok smga lbih sukses. Dok mw nanya mgkin ada obat stroke yg qt tau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s