JAMKESMAS Dan Pendataan Yang Amburadul

Posted: September 17, 2008 in Puskesmas Manipi
Tags: , , , , ,

Seperti yang diberitakan di situs http://www.sinjai.go.id dan beberapa daerah di indonesia bahwa dalam penyaluran kartu Jamkesmas dilapangan mengalami kendala karena nama orang yang tertera di kartu sudah tidak ada (pindah meninggal) atau sudah tidak miskin lagi.

Hal ini terjadi karena pendataan yang amburadul dan celakanya lagi (malas mendata kali) data masyarakat miskin yang dipakai adalah data 2005. Hal ini tidak sejalan dengan keadaan masyarakat dilapangan yaa..pasti amburadul.

Hal ini berdampak pada pelayanan di puskesmas yang merupakan pelayanan dasar dimana semua masyarakat miskin tidak memiliki kartu ajaib itu dan nyata bahwa mereka memang miskin. Dengan bermodah surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan kartu-kartu JPS dan ASKESKIN yang lama dan mereka tidak mungkin untuk ditolak untuk mendapatkan pelayanan walau sudah ada keputusan menteri kesehatan bahwa yang dimaksud dengan masyarakat miskin adalah yang memiliki kartu JAMKESMAS. hal ini berlaku sejak 1 september 2008.

Harapan kami supaya pendataan di perbaiki dan diulang dan melibatkan unsur independen sehingga tidak terjadi kecurangan yang biasa terjadi bagi orang yang tidak malu disebut orang miskin.

Akhirnya mudah-mudahan program pemerintah ini bisa dinikmati masyarakat miskin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai yang merupakan hak dasar setiap manusia.

Sekilah tentang JAMKESMAS 2008

  • Nama Program : JAMKESMAS
  • Definisi Program : Bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di seluruh Indonesia.
  • Sasaran : masyarakat miskin dan mendekati miskin/ tidak mampu.
  • Jumlah sasaran : 76,4 (tujuh puluh enam juta empat ratus ribu) jiwa.
  • Dana tersedia : Rp. 5.000,- x 12 bulan x 76,4 juta jiwa = Rp. 4,584 T (Empat trilyun lima ratus delapan puluh empat milyar rupiah).
  • Pengelola : Departemen Kesehatan RI dan PT Askes (Persero)
  • Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) : Puskesmas dan jaringannya, Rumah Sakit, dan Sarana Pelayanan Kesehatan lainnya yang ditunjuk. (sumber : http://www.depkes.go.id)

dr. Muh. Iqbal

Comments
  1. salifameera says:

    bedanya denga askeskin apa yah?

  2. muh iqbal says:

    ASKESKIN adalah program PKPS_BBM yang dirubah pada tahun 2006 dengan menggandeng ASKES sebagai mitra kemudian tahun 2008 berubah menjadi JAMKESMAS, dana yang dipakai untuk masyarakat miskin bukan lagi dari subsidi dari pengurangan bahan bakar tapi dari DEPSOS. Nanti 2009 tidak tau dah apalagi namanya…!!?? THANKS UDAH MAMPIR KOK NDAK ADA LINKNYA?

  3. Wira says:

    Yang penting nggak pake iuran lagi. kayak Jamkesda. iuran Asuransi hanya bagi orang kaya, atau negara yang mengadopsi paham Komunis.

  4. muh iqbal says:

    betul mas yang penting juga tepat sasaran gitu lho! jangan sampai orang kaya ngaku miskin! Kalau JAMKESDA ada juga untuk miskin mas namanya JAMKESDA MM dan tidak membayar, tapi yang dapat cuman yang dapat BLT itu merupakan komitmen pemerintah daerah menaggulangi bersama orang miskin diluar JAMKESMAS! THANKS UDAH MAMPIR….SERING2 KESINI!!!!

  5. limpo50 says:

    nggak mirip ASBUN khan ?? Jangan sampe begitu…
    di Jaman ASKES, ada kenalan ngurus mau kacamata ASKES… maka sibuklah ia dan juga berpromosi kalau ada yang mau ikut dia, biar sekalian mengurus …
    Tiap hari administrasinya dilengkapi, ia naik becak kesana-kesana, kesini-kesini…biayanya hampir berapa ratus… Tahu-tahunya ia hanya mendapat kacamata seharga 25.000 rupiah.
    Sejak itu…ia tak suka lagi berpromosi.
    Walau begitu… masih adalah guna ASKES kita…

  6. muh iqbal says:

    he..he bisanya dapat kacamata harga 25 ribu! tapi jamkesmas lebih dari itu yang nikmati bukan orang miskin!!!

  7. Chandra says:

    Saya setuju dengan sistem pendataan yang amburadul itu. Layaknya sebuah mainan baru, yang bisa menikmatinya tidak semua orang. Trus kemana Dinas Kesehatan sebagai pihak yang mengaawasi langsung pelaksanaan Jamkesmas di daerah masing2.

  8. muh iqbal says:

    masalahnya dinas kesehatan tidak dilibatkan dalam pendataan cuman aparat desa dan kelurahan jadi mudah terjadi nepotisme!

  9. Chandra says:

    Dinas kesehatan tidak dilibatkan ato tidak mau melibatkan diri ato barang kali pura2 tidak terlibat. Sy sendiri sebagai orang dinas kesehatan, secara fisik tidak melihat keterlibatan dinkes secara total untuk program ini. Apa karena banyaknya program yang ada di dinkes saat ini? Sehingga pada sibuk, atau karena sibuk dengan pertanggung jawaban proyek yang terlambat turunnya. Sekian dulu.

  10. muh iqbal says:

    he..he..masalah dinas dimana-mana kok sama yaaa…sibuk urusi proyek!!

  11. taufikurrozak says:

    masalah……………..bahasa yg tak pernah hilang dlm birokrasi dan kebijakan tanah air kita?……………………..tahukah anda di kabupaten cirebon JABAR,awal Pebruari 2008 ini ada wacana klaim partus (menolong melahirkan)jamkesmas untuk bidan desa akan dikuota (kebijakan dari Dinas Kesehatan,diinfokan ka PUSKESMAS),kok bisa gitu ya?bidan desa yg seabrek kerjanya dibuat juga pusing tujuh keliling untuk mendapakan haknya dari klaim persalinan dari ibu yg melahirkan yg mempunyai kartu jamkesmas….sebagai ilustrasi apabila disuatu puskesmas yg mempunyai bidan desa 10 orang dalam sebulan ada yang melahirkan dari 10 desa tersebut 70 orang(pemilik kartu jamkesmas),Dinas Kesehatan hanya memberikan klaimnya (kuota,misal)11 orang,kemana bidan tsb harus mendapatkan jasanya ?Ironi,dilema dan bingung ……apabila mengenakan tarif ada konsekuensi yg harus ditanggung yaitu protes dari masyarakat,LSM yng siap mempermasalahkan,”wartawan amplop” yang menghadang ditambah pula praktek yg tidak boleh melayani pasien umum,kewajiban sekolah yg menelan biaya >30 juta(lulusan D1 harus mengambil D3),ruang praktek harus standar,kemana kami
    harus mengadu???????????dana jamkesmas dikeluarkan oleh DepKes Pusat atau dari APBD kab Cirebon? pengalihan susbsidi BBM?kemana kami bisa mendapatkan jawabannya?

  12. taufikurrozak says:

    revisi,awal pebruari 2009…..2009….2009.okayyyyy

  13. muh iqbal says:

    wah kebijakan JAMKESMAS dimana-mana beda pak! di tempat sy dana Jamkesmas menjadi daya YANKES DASAR termasuk klaim Persalinan jadi berapapun persalinan akan dibayarkan sesuai dengan dana tahun tersebut kl habis tunggu dana tahun depan!!!

  14. limpo50 says:

    Kapan ya semua gratis….
    atau
    Kita tunggu semua bayar lagi…
    Bingung mana yang baik… tergantung maunya kita…maka itulah yang baik.
    Apa baiknya kita nyontek saja lagi ke Malaysia ? Singapura ? Amerika ?…
    Atau kita buat saja yang baik bagi masing-masing… silakan…

  15. muh iqbal says:

    he..he gratis tapi bermutu pak!

  16. wisnuk says:

    Bagaimana cara yang efektif untuk mendapat pelayanan JAMKESMAS

  17. limpo50 says:

    Mas Wisnuk : Ikuti saja prosedurnya, lengkapi yang diminta…tapi awas jangan kecewa kalau anda akan dilayani terakhir. Dimana orang yang lainnya lewat ?? itulah kondisi kita.

  18. limpo50 says:

    Mas Iqbal : Yang gratis itu nampaknya menghapus budaya gotong royong… Gimana yah .. kok pemerintah kita bahkan jadi pelopor GATISAN itu. Apa kita rakyat ini sudah berubah bersama pemerintah juga ??

  19. muh iqbal says:

    benar pak harusnya gimana dong yang terbaik untuk bangsa ini ??

  20. agumi ryoko says:

    definisi dari kebijakan dalam jamkesmas itu sendiri apa?

  21. muh iqbal says:

    untuk agumi ryoko..sebenarnya jamkesmas itu sgt baik untuk masyarakak miskin but negara ini selalu bermasalah dengan data dilapangan jadi pd akhirnya amburadul, ada miskin tdk dapat tau2 yg tidak miskin punya kartu hehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s