Sosialisasi Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Obat dan Makanan

Posted: October 13, 2008 in Puskesmas Manipi
Tags: , , , , ,

Salah satu kegiatan Subdin Farmasi dalam DIPA tahun 2008 adalah sosialisasi peningkatan pemberdayaan konsumen/masyarakat di bidang obat dan makanan yang dilaksanakan di setiap puskesmas. Puskesmas Manipi mendapat giliran pertama untuk melaksanakan sosialisasi ini diawali dengan pembentukan panitia sosialisasi, mengundang unsur masyarakat (tokoh agama, pkk, remaja mesjid, pengelolah makanan) yang dianggap mewakili.

Acara ini sedianya dibuka oleh kepala dinas tapi berhalangan karena ada kegiatan lebih penting diwakili langsung oel Kasubdin Farmasi H. Bahtiar, SH., sekaligus membawakan materi Informasi Obat Pada Masyarakat. Materi ini memberikan informasi tentang hak-hak konsumen yang diatur UU No. 8 Tahun 1999 yakni berhak atas informasi yang jelas dan benar, berhak didengar pendapat dan keluhannya, berhak atas kenyamanan dan keselamatan dalam penggunaan obat.

Materi kedua tentang Penggunaan Obat yang Baik dan Benar yang dibawakan St. Husna, S.Si., Apt., materi ini menjelaskan tentang kategori obat bebas dan yang harus dengan resep dokter dan hal-hal yang berhubungan dengan obat.

Materi terakhir adalah Bahan Tambahan pada Makanan yang dibawakan oleh Haeruddin, S.Sos., materi ini membahas tentang bahan tambahan yang berbahaya pada makanan seperti pewarna makanan Rhodamin B yang merupakan pewarna merah pada bahan tekstil dan beberapa bahan lain seperti plastik dan stereoform yang sering digunakan sebagai tempat makanan.

Sosialisasi ini dihadiri sebanyak 20 orang sesuai dengan yang direncanakan dan berjalan dengan lancar. Jam 14.00 pertemuan ditutup dengan harapan mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat luas.

dr. Muh. Iqbal

Comments
  1. limpo50 says:

    kalangan mana ya 20 peserta itu, dan setelah pelatihan dia punya tugas ngapain saja….
    Apa tak bias bahan farmasi/makanan dijelaskan seorang yang bukan bidangnya?? judulnya cukup teknis… rasanya perlu perbaikan Penyaji.
    Mudah-mudahan bisa untuk masukan buat perbaikan nanti…

  2. muh iqbal says:

    terima kasih pak komentarnya!!!..20 peserta dari tokoh masyarakat, pemuda, pkk, pengusaha makanan. He..he kayaknya sy juga berfikir gitu pak, dinas kami masih pakai tenaga-tenaga lama (tua) yang terpaksa ambil gelar apa saja (S.Sos, SH, dsb).

  3. nofa says:

    Salam kenal,

    Pemberdayaan masyarakat atau pasien merupakan kunci agar keamanan penggunaan obat dan makanan dapat ditingkatkan. Tentu saja pelaksanaannya tidak hanya sekali tetapi terprogram.

    Wah S.Sos sudah mulai alih tenaga di BPOM daerah dalam menjelaskan bahaya BTM ya..hebat dong …

  4. muh iqbal says:

    Program ini setiap tahun diadakan! S.Sos…he..he gelar sampingan!

  5. limpo50 says:

    di Badan POM, ada tuh.. Pak, Buku tentang Bahan Tambahan pada Makanan memuat nama bahan dan jumlah yang diperkenankan untuk semua kategori Bahan Tambahan: disitu ada pewarna, pengawet, pengental, pemutih dst..dst.
    Aturannya juga ada, jadi bukan urusan plastik atau stereoform pada makanan lho… itu sih namanya Temuan Bahan Berbahaya pada Makanan… urusan ini lain lagi materinya. Bukan bahan tambahan KOK Pak.
    Bukankah kita pengen masyarakat bisa memilih apa… dan bagaimana untuk memberi tambahan pada makanan, tapi sehat..(setelah pelatihan), agar dia tidak asal mewarnai, atau memberi sesuatu yang tak diketahui anu..anunya.
    Bagi kita di desa, suka sekali khan mewarnai kerupuk ketela dengan warna-warni. Nah.. pake apa tuh.
    Informasi obat pun… aduh… perlu perbaikan konten Pak.
    Maaf Pak Iqbal, ini masukan.

  6. muh iqbal says:

    thank pak atas sarannya, materi dan pematerinya semuanya dari dinas pak jadi saya cuman moderator aja. tentang informasi obat sebenarnya panjang lebar tapi saya kutip sebagian kecil saja!

  7. jojok says:

    hehe.. saya kira gak papa gelar asal apa saja pak, yang penting bisa menguasai permasalahan kesehatan. kalau sudah senior pasti beliau-beliau juga banyak belajar dari pengalaman. Gelar hanya sekedar ‘sampiran’ . maaf mungkin gelar itu didapat waktu sudah sepuh untuk meningkatkan pangkat golongan hehe..

    yang gak pas tuh kalau yang angkatan muda-muda itu pak, masuk ke dinas yang memang tidak sesuai dengan bidangnya. penempatan lebih sering karena faktor kedekatan, bukan kompetensi nya..

  8. muh iqbal says:

    He..he..Betul sekali pak! Tapi untuk generasi mudanya sy kira sudah siap subtitusi generasi tua! Tinggal tunggu waktu.

  9. limpo50 says:

    ayo Pak dipencet KNOBnya…. kini ERA baru… saya mimpi Kadinkes Prop. kita orang MUDA…. mimpi tak jadi nyata.. hahahaaa…
    tapi… kita DOAkan siapa saja… dukung…dukung… itu konstruktif.
    Mas Jojok, dimana saya bertamu selalu ketemu Anda… ruuuuarrr biasa !

  10. jojok says:

    haha.. lha saya kan ngikuti kemana bapak jalan2 :))
    indahnya internet, duduk manis saja dah sampai Sinjai…

  11. muh iqbal says:

    thanks bapak berdua suka jalan2 ke sinjai, saya lagi di makassar jalan2 juga biasa turun gunung!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s