Sejak awal bertugas di Puskesmas Manipi selalu saja dihadapkan pada kasus yang satu ini. Kemungkinan karena kurangmeratanya tenaga bidan sehingga penanganan aktif kala III tidak dilaksanakan sehingga banyak ibu-ibu post partum datang dengan retensio plasenta disertai dengan pendarahan bahkan saya masih ingat ada seorang ibu yang meniggal karena sudah kehabisan darah baru sampai ke Puskesmas.

Dengan wilayah pedalaman dan susahnya meyakinkan orang untuk dirujuk maka dituntut penanganan tepat terhadap jenis resiko persalinan seperti ini. Alhamdulillah dengan ilmu dan keyakinan yang ada hampir sebagian besar kasus-kasus tersebut dapat ditangani dan tidak perlu rujukan yang tentu akan memakan waktu yang lebih lama lagi dalam mendapatkan penanganan dari dokter ahli. Disamping itu pelatihan pun kami dapatkan, Pelatihan PONED untuk puskesmas manipi pada akhir tahun 2006 telah menyegarkan dan memberikan kemampuan lebih dalam menangani kasus-kasus seperti ini dan kasus lainnya yang berhubungan dengan kebidanan.

Retensio plasenta merupakan plasenta yang belum lahir dalam setengah jam setelah janin lahir. Sedangkan sisa plasenta (rest placenta) merupakan tertinggalnya bagian plasenta dalam rongga rahim yang dapat menimbulkan perdarahan postpartum dini (early postpartum hemorrhage) atau perdarahan post partum lambat (late postpartum hemorrhage) yang biasanya terjadi dalam 6-10 hari pasca persalinan.

Sebab-sebabnya plasenta belum lahir bisa oleh karena plasenta belum lepas dari dinding uterus atau plasenta sudah lepas akan tetapi belum dilahirkan. Apabila plasenta belum lahir sama sekali, tidak terjadi perdarahan  jika lepas sebagian, terjadi perdarahan yang merupakan indikasi untuk mengeluarkannya. Plasenta belum lepas dari dinding uterus karena kontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan plasenta, plasenta melekat erat pada dinding uterus oleh sebab vili korialis menembus desidua sampai miometrium- sampai di bawah peritoneum, plasenta yang sudah lepas dari dinding uterus akan tetapi belum keluar, disebabkan oleh tidak adanya usaha untuk melahirkan atau karena salah penanganan kala III, sehingga terjadi lingkaran konstriksi pada bagian bawah uterus yang menghalangi keluarnya plasenta.

Jenis dari retensio plasenta adalah tertahannya atau belum lahirnya plasenta hingga atau melebihi waktu 30 menit setelah bayi lahir (Prawirohardjo,2002) Jenis retensio Plasenta :
1. Plasenta adhesiva adalah implantasi yang kuat dari jonjot korion plasenta sehingga menyebabkan kegagalan mekanisme separasi fisiologis.
2. Plasenta akreta adalah implantasi jonjot korion plasenta hingga memasuki sebagian lapisan miomentrium.
3. Plasenta inkreta adalah implantasi jonjot korion plasenta hingga mencapai/memasuki miomentrium.
4. Plasenta perkreta adalah implantasi jonjot korion plasenta yng
menembus lapisan otot hingga mencapai lapisan serosa dinding uterus.
5. Plasenta inkaserata adalah tertahannya plasenta didalam kavum uteri, disebabkan oleh konstriksi ostium uteri.

Prognosis tergantung dari lamanya, jumlah darah yang hilang, keadaan sebelumnya serta efektifitas terapi. Diagnosa dan penatalaksanaan yang tepat sangat penting.

dr. Muh. Iqbal

Comments
  1. Aty says:

    Thxs banged posting nya ya kak!! Lumayan bwt mhswa yg kyk nya berat baeuds klu hrus bca2 bku… :-D:-D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s