Röntgen dengan sinar X

Posted: August 3, 2010 in Info, Radiologi, Saya
Tags: , ,
wilhelm conrad roentgen dan x-ray istrinya

wilhelm conrad roentgen dan x-ray istrinya

Pada akhir tahun 1895, Roentgen (Wilhelm Conrad Roentgen, Jerman, 1845-1923), seorang  profesor fisika dan rektor Universitas Wuerzburg di Jerman dengan sungguh-sungguh  melakukan penelitian tabung sinar katoda. Ia membungkus tabung dengan suatu kertas  hitam agar tidak terjadi kebocoran fotoluminesensi dari dalam tabung ke luar.

Lalu ia membuat ruang penelitian menjadi gelap. Pada saat membangkitkan sinar katoda,  ia mengamati sesuatu yang di luar dugaan.Pelat fotoluminesensi yang ada di atas meja  mulai berpendar di dalam kegelapan. Walaupun dijauhkan dari tabung, pelat tersebut tetap  berpendar.

tabung rontgen

tabung rontgen

Dijauhkan sampai lebih 1 m dari tabung, pelat masih tetap berpendar. Roentgen  berpikir pasti ada jenis radiasi baru yang belum diketahui terjadi di dalam tabung sinar  katoda dan membuat pelat fotoluminesensi berpendar. Radiasi ini disebut sinar-X yang  maksudnya adalah radiasi yang belum diketahui.

Sinar X adalah pancaran gelombang elektromagnetik yang sejenis dengan gelombang radio, panas, cahaya sinar ultraviolet, tetapi mempunyai panjang

gelombang yang sangat pendek sehingga dapat menembus benda-benda

x-ray foto

Sifat-sifat sinar X :

  • Mempunyai daya tembus yang tinggi Sinar X dapat menembus bahan dengan daya tembus yang sangat besar, dan digunakan dalam proses radiografi.
  • Mempunyai panjang gelombang yang pendek Yaitu : 1/10.000 panjang gelombang yang kelihatan
  • Mempunyai efek fotografi. Sinar X dapat menghitamkan emulsi film setelah diproses di kamar gelap.
  • Mempunyai sifat berionisasi.Efek primer sinar X apabila mengenai suatu bahan atau zat akan menimbulkan ionisasi partikel-partikel bahan zat tersebut.
  • Mempunyai efek biologi. Sinar X akan menimbulkan perubahan-perubahan biologi pada jaringan. Efek biologi ini digunakan dalam pengobatan radioterapi.

Proses terjadinya Sinar-X

  1. Di dalam tabung roentgen ada katoda dan anoda dan bila katoda (filament) dipanaskan lebih dari 20.000 derajat C sampai menyala dengan mengantarkan listrik dari transformator,
  2. Karena panas maka electron-electron dari katoda (filament) terlepas,
  3. Dengan memberikan tegangan tinggi maka electron-elektron dipercepat gerakannya menuju anoda (target),
  4. Elektron-elektron mendadak dihentikan pada anoda (target) sehingga terbentuk panas (99%) dan sinar X (1%),
  5. Sinar X akan keluar dan diarahkan dari tabung melelui jendela yang disebut diafragma,
  6. Panas yang ditimbulkan ditiadakan oleh radiator pendingin.

 

dr. Muh. Iqbal

Comments
  1. hagus says:

    menyimak mas, Infonya menarik,.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s